Pages Menu
RssFacebook
Categories Menu

Posted on Feb 17, 2022 in News & Information, Slider | |

TIM UNIVERSITAS SRIWIJAYA JUARA 2 LOMBA KARYA TULIS ILMIAH NASIONAL GEOSAC 2022

Tim Universitas Sriwijaya yang terdiri dari tiga mahasiswa multifakultas yakni Fitria Putri Lintang Sari (Teknik Sipil, FT UNSRI), Al Farabi (Sistem Informasi, FASILKOM UNSRI) dan Juan Aqshal (Fisika, FMIPA UNSRI) berhasil meraih gelar juara 2 Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional dalam rangka perayaan GEOSAC (ASEAN Geography Smart Competition) 2022 yang diselenggarakan oleh Universitas Pendidikan Indonesia.
Kompetisi ini di ikuti oleh berbagai perguruan tinggi negeri di Indonesia seperti UI, ITB, ITS, UNDIP, UNAIR UPI, UIN Bandung dan Halu Oleo dan hal yang paling membanggakan dari semua itu adalah Universitas Sriwijaya mampu muncul sebagai Kuda Hitam dalam kompetisi ini. Karena mampu berhasil meraih peringkat 2 di tingkat Nasional, melangkahi UI, ITB, ITS, UNDIP, UNAIR UPI dan UIN Bandung yang meraih peringkat di bawahnya. Hal tersebut diumumkan pada tanggal 16 Februari 2022 secara daring.
Motivasi ketiganya dalam mengikuti kompetisi bergengsi di tingkat perguruan tinggi tersebut adalah untuk mengembangkan ide-ide kreatif dan solutif melalui gagasan ide yang ditulis secara ilmiah sesuai dengan tema GEOSAC 2022 yaitu “Implementasi Kota dan Komunitas Berkelanjutan: Pendekatan SIG Terintegrasi untuk Mengatasi Masalah Permukiman Kumuh di Asia Tenggara””.
Mengerucut pada tema besar GEOSAC 2022, Tim UNSRI mengusung sebuah karya tulis berjudul “Optimasi Teknologi Geospasial Dalam Monitoring Dan Penilaian Tingkat Kawasan Permukiman Kumuh Dalam Mewujudkan Sustainable Communities Di Kecamatan Kertapati Kota Palembang”. Tentu Kecamatan Kertapati Kota Palembang dipilih karena ketiganya merupakan putra/putri Sriwijaya yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.
Melalui karya tulisnya ketiganya memaparkan tentang pemanfaatan teknologi geospasial seperti Sistem Informasi Geografis (SIG) dan Penginderaan Jauh dalam penilaian tingkat kekumuhan kawasan permukiman kumuh di Kecamatan Kertapati Kota Palembang melalui pendekatan multidisiplin yang terdiri dari perspektif Teknik Sipil, Sistem Informasi dan Fisika. Ketiga bidang ilmu ini secara kolaboratif mampu mendeskripsikan permasalahan yang terjadi di lapangan dan memberikan solusi melalui pendekatan strategi manajemen lahan.