Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Oct 4, 2016 | 1,066 views

Mahasiswa Fasilkom Unsri Meraih Juara Pertama di Hackathon COMPFEST 8 Universitas Indonesia 2016

Mahasiswa Fasilkom Unsri Meraih Juara Pertama di Hackathon COMPFEST 8 Universitas Indonesia 2016

Hackathon CompFest 8 merupakan ajang kompetisi  Application Development untuk membuat aplikasi berbasis Android dalam waktu 25 jam dalam rangka membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi UKM-UKM di Indonesia. Pelaksanaan Hackathon CompFest 8 dimulai pada bulan Juli sampai bulai Agustus 2016 yang di awali dengan tahap pendaftaran dan seleksi awal. Peserta yang lolos pada tahap ini akan di panggil untuk mengikuti tahap berikutnya di Universitas Indonesia Depok. Setelah melalui tahap seleksi pertama, maka dihasilkan 27 Tim yang dianggap layak untuk mengikuti tahap selanjutnya yang di laksanakan pada tanggal 17 dan 18 September 2016. 27 tim tersebut kemudian di tantang untuk membuat coding selama 24 jam untuk merealisasikan ide mereka kedalam bentuk aplikasi UKM sederhana berbasis android.

compfest-8

Babak Final yang dilaksanakan pada tanggal 18 September 2016 menyisakan 10 Tim yang lolos yang berasal dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Juara pertama untuk kompetisi Hackathon CompFest 8 kali ini adalah Tim PKPA yang terdiri dari Dininta, Novita, dan Suwarto yang berasal dari Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya. Pemenang mendapatkan hadiah senilai Rp7.000.000,- dan voucher Biznet Gio sebesar Rp7.000.000,-. Juara kedua diraih oleh Tim  SF-PCC dari Politeknik Negeri Semarang dan juara ketiga diraih oleh Tim Kunkun dari Universitas Indonesia.

Tim PKPA  Fasilkom Unsri masih tidak menyangka begitu dinyatakan sebagai peraih juara pertama pada kompetisi Hackathon kali ini. Mereka merasa masih banyak aplikasi buatan tim-tim lain terutama tim-tim yang masuk dalam 10 besar yang lebih baik dibandingkan aplikasi buatan mereka. Tim PKPA membuat sebuah aplikasi laporan penjualan bernama T-Bot.

Aplikasi T-Bot yang dikembangkan dapat digunakan oleh dua jenis user, yaitu owner UKM dan franchise-franchise yang dimiliki. Agar owner UKM mendapatkan laporan penjualan, pihak franchise harus meng-input transaksi yang dilakukan dari tiap-tiap pelanggan secara real time. Selain laporan penjualan, laporan rekap pun juga tersedia bagi franchise yang tidak dapat meng-input setiap transaksinya secara langsung.  Mereka terinspirasi dari salah satu rumah makan yang menggunakan aplikasi di meja kasir. Dengan meraih juara pertama dalam kompetisi ini, tim PKPA merasa sangat termotivasi dan bersedia untuk mengembangkan aplikasinya lebih lanjut untuk dapat digunakan UKM yang bersangkutan.

Share this page ...Share on Facebook123Tweet about this on TwitterShare on Google+0Email this to someonePrint this page