Tim SIMRS, Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit dan tim kerja BMN RSMH Kunjungi Lab COMNETS-SPCIES dalam Upaya Perkuat Langkah Transformasi Digital Menuju Smart Hospital

18 Juni 2026, Palembang. Upaya transformasi digital menuju konsep Smart Hospital terus dilakukan oleh Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang. Sebagai bagian dari penyusunan roadmap transformasi tersebut, tim RSMH melakukan kunjungan kerja ke Laboratorium COMNETS-SPCIES di Fakultas Ilmu Komputer Universitas Sriwijaya untuk menjajaki berbagai inovasi teknologi yang berpotensi diterapkan di lingkungan rumah sakit terutama dalam tata Kelola dan layanan Rumah Sakit.
Ketua tim Prof. Ir. Deris Stiawan. Ph.D (Kasubdit Alumni UNSRI dan Dosen Doktoral FASILKOM) yang didampingi oleh Kepala Departmen Sistem Komputer Dr. Sutarno dan Sekretaris Departmen Dr. Huda Ubaya serta Kepala Departmen Informatika Dr. Hadi Purnawan Satria. M.Sc. Beliau menjelaskan bahwa pengembangan teknologi kesehatan saat ini tidak hanya berfokus pada digitalisasi administrasi, tetapi juga integrasi perangkat medis, otomatisasi layanan, serta pemanfaatan AI untuk mendukung operasional rumah sakit yang lebih efektif dan efisien. Pada akhirnya mendukung dalam pengambilan Keputusan manajemen.
Sementara itu, perwakilan RSMH menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian penting dalam proses identifikasi dan evaluasi teknologi yang dapat diimplementasikan dalam program transformasi RSMH menuju Smart Hospital. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pusat riset dinilai menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan di masa depan.
Melalui kunjungan tersebut, kedua institusi juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam bidang penelitian, pengembangan teknologi kesehatan, serta implementasi solusi digital yang dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Sumatera Selatan.



Kegiatan yang berlangsung di laboratorium riset tersebut dihadiri oleh jajaran manajemen, Okom Rindi Astowo, Ners, M. Kes – Kepala Instalasi SIMRS. Agung Chandra Kharisma, S.Kom – PJ Program Instalasi SIMRS, Ulul Azmi, A.Md – Staff Instalasi SIMRS, Dewa Sheva Dzaky, S.Kom – Staff Instalasi SIMRS. Lalu ada Kepala IPSRS (Instalasi Pemeliharaan Sarana Rumah Sakit) Muhamad Fahrudin Yusuf, S.Tr.T dan Jepri Winaldi, AMTE – PJ Pemeliharaan Alat Medik IPSPRS RSMH. Hadir juga, Ayuningtyas Siti Rahma Kunto, SE – Manajer Tim Kerja Akuntansi dan BMN serta Muhammad Aqsha, A.Md.M – Staff Tim Kerja Akuntansi dan BMN.
Dalam kesempatan tersebut, tim COMNETS-SPCIES memaparkan sejumlah hasil riset dan pengembangan teknologi yang relevan dengan kebutuhan rumah sakit modern berbasis digital. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah sistem navigasi cerdas untuk robot pengantar obat berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI). Teknologi ini dirancang untuk memungkinkan robot bergerak secara mandiri di lingkungan rumah sakit dengan memanfaatkan sensor, pemetaan ruangan, dan algoritma AI untuk menentukan rute yang aman dan efisien. Melalui sistem tersebut, robot dapat membantu proses distribusi obat dari instalasi farmasi menuju ruang perawatan pasien, sehingga mengurangi beban kerja tenaga kesehatan sekaligus meningkatkan efisiensi operasional rumah sakit. Selain itu, penggunaan robot juga dinilai mampu meminimalkan risiko kesalahan distribusi dan mendukung layanan yang lebih cepat kepada pasien. Kekuatan robot ini yang dinamkaan MEDRO (Medicine Delivery Robotics) seperti yang dijelaskan oleh tim leadernya Dr. Ahmad Zarkasi mengatakan ada tiga pilar utama : (1) Deteksi Halangan, (2) Kecerdasan Navigasi dan (3) System Hidrolik.
Selain demonstrasi robot pengantar obat, tim COMNETS-SPCIES juga mempresentasikan konsep interkoneksi peralatan Intensive Care Unit (ICU) dengan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) yang disampaikan oleh Tim Leader Dr. Kemahyanto Exsaudi dan Rahmat Fadli Isnanto. M.Sc. Mereka menjelaskan bagaimana solusi ini memungkinkan berbagai perangkat medis di ruang ICU, seperti monitor pasien, ventilator, dan alat pemantauan tanda vital lainnya, terhubung secara langsung ke sistem informasi rumah sakit. Dengan integrasi tersebut, data pasien dapat dikirim dan direkam secara otomatis ke SIMRS secara real-time. Kehadiran sistem ini diharapkan dapat meningkatkan akurasi data medis, mempercepat proses pengambilan keputusan klinis, serta mendukung pengembangan layanan kesehatan berbasis data (data-driven healthcare).
Sementara itu, perwakilan RSMH menyampaikan bahwa kunjungan ini menjadi bagian penting dalam proses identifikasi dan evaluasi teknologi yang dapat diimplementasikan dalam program transformasi RSMH menuju Smart Hospital. Kolaborasi dengan perguruan tinggi dan pusat riset dinilai menjadi langkah strategis untuk menghadirkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan layanan kesehatan di masa depan.
Melalui kunjungan tersebut, kedua institusi juga membuka peluang kerja sama lanjutan dalam bidang penelitian, pengembangan teknologi kesehatan, serta implementasi solusi digital yang dapat mendukung peningkatan kualitas pelayanan kesehatan di Sumatera Selatan. Transformasi menuju Smart Hospital menjadi salah satu agenda strategis RSMH dalam menghadapi tantangan layanan kesehatan modern. Dengan memanfaatkan teknologi seperti AI, robotika, Internet of Things (IoT), dan integrasi sistem informasi, RSMH berupaya menghadirkan layanan yang lebih cepat, akurat, aman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.
Akhir pertemuan tadi ada beberapa rangkuman yang akan dilaksanakan kedepan, seperti (1) kegiatan ceremonial untuk penyerahan alat SMART HEALTH kepada RSMH yang akan diikutkan dalam kegiatan seminar RSMH dan (2) FASILKOM diberikan kesempatan untuk menjadi R&D Center of Excellence (CoE) Smart Digital.
