Fasilkom UNSRI Kembangkan Riset Pemantauan Kualitas Udara untuk Mendukung Kelestarian Lingkungan
Fasilkom UNSRI Kembangkan Riset Pemantauan Kualitas Udara untuk Mendukung Kelestarian Lingkungan
Kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui pemanfaatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memahami kondisi di sekitar kita. Salah satu upaya tersebut dilakukan oleh Fakultas Ilmu Komputer (Fasilkom) Universitas Sriwijaya melalui riset pemantauan kualitas udara yang dikembangkan oleh Tim Air Quality Monitoring System (AQMS) dari Grup Riset SPCIES. Melalui riset ini, Fasilkom UNSRI berupaya mendukung pemantauan kualitas udara sekaligus meningkatkan kesadaran akan pentingnya lingkungan yang sehat dan berkelanjutan.
Riset pemantauan kualitas udara oleh Tim AQMS Grup Riset SPCIES Fasilkom UNSRI.
Upaya ini menjadi semakin relevan di tengah kondisi kualitas udara Sumatera Selatan, khususnya Kota Palembang, yang belakangan memburuk akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan. Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa pemantauan kualitas udara merupakan hal penting untuk mendukung pemahaman masyarakat terhadap kondisi lingkungan dan risiko pencemaran udara.
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Fasilkom UNSRI memasang sensor pemantauan kualitas udara dan menjalin kolaborasi dengan IQAir, platform pemantauan kualitas udara, serta mengembangkan stasiun pemantauan mandiri melalui riset Tim AQMS bersama BRIN Mekatronika Cerdas. Sistem ini memantau konsentrasi partikulat, meliputi PM1, PM2.5, dan PM10, serta parameter lingkungan seperti suhu dan kelembapan. Data yang diperoleh dapat digunakan untuk mengamati kondisi udara dan mengevaluasi potensi teknologi pemantauan mandiri dalam mendukung pemantauan lingkungan.
Teknologi pemantauan kualitas udara untuk mengamati partikulat dan parameter lingkungan.
Riset ini juga sejalan dengan beberapa tujuan Sustainable Development Goals (SDGs), yaitu:
- SDG 3 – Kehidupan Sehat dan Sejahtera: mendukung pemantauan faktor lingkungan yang berkaitan dengan kesehatan.
- SDG 9 – Industri, Inovasi, dan Infrastruktur: mendorong pengembangan teknologi pemantauan kualitas udara.
- SDG 11 – Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan: mendukung pemantauan kualitas udara di lingkungan perkotaan.
- SDG 17 – Kemitraan untuk Mencapai Tujuan: memperkuat kolaborasi riset dengan berbagai pihak.
Pengembangan stasiun pemantauan mandiri sebagai bagian dari inovasi riset kualitas udara.
Saat ini, stasiun pemantauan mandiri telah diimplementasikan di Kampus Palembang. Ke depannya, Tim AQMS merencanakan pengembangan lebih lanjut melalui pemasangan perangkat di Kampus Indralaya, Universitas Sriwijaya. Langkah ini diharapkan dapat memperluas cakupan pemantauan kualitas udara di lingkungan kampus serta memungkinkan pengamatan kondisi udara di dua lokasi yang berbeda.
Inisiatif riset AQMS dalam mendukung pemantauan kualitas udara dan lingkungan berkelanjutan.
Melalui inisiatif ini, Fasilkom UNSRI menunjukkan bahwa kepedulian terhadap lingkungan dapat diwujudkan melalui riset, inovasi, dan kolaborasi. Tim AQMS dari Grup Riset SPCIES berharap upaya ini dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam mendukung pemantauan kualitas udara serta mewujudkan lingkungan yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Memahami kualitas udara hari ini, untuk menjaga lingkungan dan kehidupan di masa depan.
Informasi lebih lanjut mengenai sistem pemantauan kualitas udara dan kondisi udara di sekitar Universitas Sriwijaya dapat diakses melalui tautan berikut:
- Sistem Pemantauan AQMS: https://brin.unsri-fasilkom.cloud/
- Pemantauan Kualitas Udara melalui IQAir: Lihat kualitas udara Universitas Sriwijaya – Bukit Palembang
