Daftar UNSRI: Bergabung bersama kami, Bangun Negeri dengan Teknologi

Blog

Alumni FASILKOM di INA Digital Jajaki kolaborasi konsursium AI-IoT dan Desain Chip Semikonduktor

News & Information

Palembang — Upaya memperkuat ekosistem riset dan inovasi teknologi nasional kembali mendapat dorongan melalui diskusi awal yang mempertemukan alumni Universitas Sriwijaya (UNSRI) yang kini berkiprah sebagai salah satu anggota tim utama di PERURI melalui inisiatif INA Digital, dengan para dosen dari departemen Sistem Komputer dan Teknik Komputer UNSRI.

Diskusi dinulai dengan berbagi wawasan mengenai pengembangan teknologi semikonduktor dan upaya mewujudkan kemandirian teknologi nasional. Dalam kegiatan tersebut, PERURI memaparkan berbagai langkah strategis yang tengah dilakukan untuk mendukung program pemerintah dalam penguatan industri semikonduktor Indonesia. Ditambahkan juga peran dan kontribusinya dalam pengembangan teknologi chip dalam negeri. Salah satu fokus yang disampaikan adalah pengembangan Field-Programmable Gate Array (FPGA) yang berorientasi pada pemanfaatan prosesor ARM. Teknologi FPGA dinilai memiliki peran penting karena memungkinkan proses perancangan dan pengujian sistem digital dilakukan secara fleksibel sebelum memasuki tahap produksi chip secara penuh. Nampak hadir Prof. Ir. Deris Stiawan. Ph.D sebagai kepala subdit Alumni UNSRI dan dosen Prodi Doktor FASILKOM, Huda Ubaya sebagai Sek.Dept Sistem Komputer dan beberapa Dosen di department tersebut : Dr. Ir. Ahmad Heryanto, Dr. Ahmad Zarkasi dan Dr. Kemahyanto Exsaudi.

Materi diawali dengan pembahasan mengenai State of the Art (SOTA) dan ekosistem pengembangan chip. Pada bagian ini, peserta mendapatkan gambaran mengenai perkembangan terkini industri semikonduktor global, tantangan yang dihadapi Indonesia, serta kebutuhan membangun ekosistem yang melibatkan pemerintah, industri, perguruan tinggi, dan lembaga riset untuk menciptakan rantai pasok teknologi yang berkelanjutan. Selanjutnya, dipaparkan perjalanan pengembangan chip yang ditujukan untuk mendukung electronic Machine Readable Travel Document (eMRTD) nasional. Inisiatif ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian teknologi pada sektor identitas dan dokumen keamanan negara, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap teknologi impor.

Salah satu poin penting yang mengemuka dalam pertemuan tersebut adalah gagasan pembentukan Center of Excellence (CoE) AI-IoT yang melibatkan konsorsium perguruan tinggi. Pusat unggulan ini diharapkan menjadi wadah kolaboratif untuk pengembangan riset, inovasi, dan penguatan kompetensi di bidang kecerdasan buatan, Internet of Things, serta teknologi semikonduktor.

Pada sesi penutup, PERURI menjelaskan perkembangan terbaru terkait pengembangan chip e-Paspor nasional yang saat ini sedang berlangsung. Proyek strategis tersebut dibangun melalui empat fase inti, mulai dari tahap perancangan dan spesifikasi kebutuhan, pengembangan desain chip, proses validasi dan pengujian keamanan, hingga tahap implementasi dan integrasi ke dalam sistem e-Paspor nasional. Melalui tahapan tersebut, PERURI berharap dapat menghadirkan solusi teknologi yang tidak hanya memenuhi standar keamanan internasional, tetapi juga menjadi tonggak penting dalam penguatan kemandirian industri semikonduktor Indonesia.

Melalui pendekatan konsorsium, perguruan tinggi diharapkan dapat saling berbagi sumber daya, keahlian, dan infrastruktur penelitian sehingga mampu menghasilkan dampak yang lebih besar bagi pengembangan teknologi nasional. Selain itu, kolaborasi dengan industri dan institusi strategis juga dinilai penting untuk memastikan hasil riset dapat diterapkan secara nyata dan menjawab kebutuhan masa depan. Sebagai kesimpulan, pertemuan ini menjadi langkah awal yang menjanjikan dalam membuka peluang kerja sama riset dan pengembangan teknologi antara akademisi, alumni, dan industri. Inisiatif pembentukan Center of Excellence AI-IoT bersama konsorsium perguruan tinggi diharapkan dapat menjadi fondasi bagi lahirnya inovasi-inovasi strategis yang mendukung kemandirian teknologi Indonesia, khususnya dalam bidang AI, IoT, dan desain chip semikonduktor.

Pertemuan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi antara industri dan perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia yang kompeten serta mempercepat penguasaan teknologi strategis nasional. Bagi UNSRI, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi sivitas akademika untuk memahami secara langsung perkembangan industri semikonduktor nasional, sementara bagi INA DIGITAL, kolaborasi dengan dunia akademik menjadi salah satu langkah penting dalam membangun ekosistem inovasi yang berkelanjutan di Indonesia.