Sinergi Digitalisasi Medis:FASILKOM UNSRI Terima Alat ICU dari RSMH untuk Riset Ekstraksi Data Real-Time

Kolaborasi antara perguruan tinggi dan rumah sakit dalam pengembangan digitalisasi medis kian menunjukkan dampak positif bagi peningkatan kualitas layanan kesehatan. Melalui integrasi teknologi dan keilmuan, kedua institusi ini membangun sistem yang lebih modern, efisien, dan berorientasi pada kebutuhan pasien. Dalam beberapa tahun terakhir, transformasi digital di sektor kesehatan menjadi kebutuhan mendesak. Perguruan tinggi sebagai pusat riset dan inovasi berperan dalam mengembangkan teknologi seperti rekam medis elektronik, kecerdasan buatan untuk diagnosis, hingga sistem telemedicine. Sementara itu, rumah sakit menjadi garda terdepan dalam implementasi teknologi tersebut secara langsung kepada masyarakat.
Untuk itu Sinergi antara dunia akademisi dan instansi kesehatan kembali terwujud dalam upaya membangun ekosistem Smart Health. Sebagai tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya, Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Dr. Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang secara resmi melakukan serah terima perangkat monitoring ICU kepada Tim Peneliti FASILKOM UNSRI yang tergabung dalam grup riset COMNETS-SPCIES. Kerja sama ini tidak hanya mempercepat adopsi teknologi, tetapi juga menciptakan ekosistem pembelajaran yang dinamis. Mahasiswa dan tenaga medis dapat terlibat langsung dalam penggunaan sistem digital, sehingga meningkatkan kompetensi sekaligus kesiapan menghadapi tantangan layanan kesehatan di era modern. Selain meningkatkan kualitas layanan, digitalisasi medis juga membuka akses kesehatan yang lebih luas, terutama bagi masyarakat di daerah terpencil melalui layanan telemedicine. Hal ini diharapkan mampu mengurangi kesenjangan layanan kesehatan antarwilayah.
Penyerahan alat ukur medis ini ditujukan sepenuhnya untuk kepentingan riset dan pengembangan sistem teknologi informasi kesehatan. Diketahui, perangkat monitoring pasien yang diserahkan tersebut selama ini beroperasi dengan sistem di mana pencatatan data vital medis pasien masih mengharuskan perawat atau dokter jaga untuk membaca dan mencatatnya ke dalam rekam medis secara manual dan berkala. Hal ini tentunya membutuhkan waktu, tenaga, dan ketelitian ekstra di tengah tingginya beban kerja tenaga kesehatan di ruang perawatan kritis.
Melalui kegiatan serah terima ini, perangkat tersebut akan dibawa untuk dipelajari dan diteliti secara mendalam oleh tim kepakaran Enterprise dan Edge/Pervasive Computing FASILKOM UNSRI. Fokus utama dari riset ini adalah mengidentifikasi protokol komunikasi perangkat serta merancang metode rekayasa perangkat lunak agar sistem pencatatan tidak lagi mengandalkan tenaga manusia.
Pihak RSMH menyampaikan bahwa sinergi ini mampu meningkatkan akurasi diagnosis dan efisiensi pelayanan. “Dengan adanya sistem digital terintegrasi, tenaga medis dapat mengakses data pasien secara real-time, sehingga pengambilan keputusan menjadi lebih cepat dan tepat,” ujarnya.
Di sisi lain, Dr. Ahmad Zarkasi sebagai wakil dari Tim COMNETS-SPCIES menekankan pentingnya kolaborasi berkelanjutan untuk memastikan teknologi yang dikembangkan tetap relevan dengan kebutuhan lapangan. Penelitian berbasis data dari rumah sakit menjadi sumber penting dalam menciptakan inovasi yang aplikatif.
Diharapkan, setelah melalui proses riset oleh Tim FASILKOM UNSRI, data dari alat medis tersebut dapat diekstraksi dan ditarik secara otomatis. Target akhirnya, alat yang awalnya hanya digunakan untuk melihat data secara manual ini akan mampu mengirimkan data kondisi pasien secara real-time. Data tersebut nantinya akan terpusat dan terintegrasi langsung ke dalam dashboard Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIM-RS), sehingga dapat meminimalisir human error dan secara drastis meningkatkan efisiensi pemantauan pasien kritis di RSMH. Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi dan rumah sakit ini diharapkan terus diperkuat melalui pengembangan infrastruktur digital, peningkatan literasi teknologi tenaga kesehatan, serta dukungan kebijakan dari pemerintah. Dengan demikian, transformasi digital di bidang medis dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas.
